Bagaimana bentuk Profesionalisme
dalam Profesi
Beberapa bentuk profesionalisme
dalam profesi yaitu :
1.
Hakim
Profesi Hakim adalah profesi dengan pekerjaan kemanusiaan
yang tidak boleh jatuh ke dalam dehumanizing yang bersifat logic mechanical
hingga dapat terperosok pada jurang alienasi
hukum dari manusia dan kemanusiaan itu sendiri.
Sementara itu, dalam ranah etika, kode etik hakim yang dimaksudkan untuk memelihara, menegakkan dan mempertahankan disiplin profesi. Ada beberapa unsur disiplin yang diatur, dipelihara, dan ditegakkan atas dasar kode etik adalah sebagai berikut:
Sementara itu, dalam ranah etika, kode etik hakim yang dimaksudkan untuk memelihara, menegakkan dan mempertahankan disiplin profesi. Ada beberapa unsur disiplin yang diatur, dipelihara, dan ditegakkan atas dasar kode etik adalah sebagai berikut:
a.
Menjaga, memelihara agar tidak
terjadi tindakan atau kelalaian profesional.
b.
Menjaga dan memelihara integritas
profesi.
c.
Menjaga dan memelihara disiplin,
yang terdiri dari beberapa unsur yaitu :
· Taat pada ketentuan atau aturan
hukum.
· Konsisten.
· Selalu bertindak sebagai manajer yang baik dalam mengelola
perkara, mulai dari pemeriksaan
berkas sampai
pembacaan putusan.
·
Loyalitas.
2.
Dokter
Dokter memiliki pertanggungjawaban yang besar. Seorang dokter harus betul-betul mempelajari anatomi dan fungsi tubuh manusia, sebagaimana nanti akan digunakan untuk memeriksa pasien. Dokter tidak boleh sembarangan menekuni profesi ini sebagai bidang tambahan, melainkan bidang konsentrasi.
Bentuk profesionalisme profesi Dokter:
- Terbuka : dokter yang profesional adalah sosok yang terbuka pada pasiennya. Dengan kata lain, dia mau memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan seorang pasien, baik diminta ataupun tidak. Dokter juga mampu memberikan penjelasan dengan baik dan benar. Tidak ada keterangan yang sengaja ditutup-tutupi sehingga pasien tahu pasti apa masalah yang dialaminya.
- Bersedia mendengarkan pasien : dokter juga hendaknya mau mendengarkan keluhan dan menanggapi pertanyaan pasiennya. Dengan kata lain, komunikasi yang terjalin tidak berlangsung satu arah atau sepihak saja. Dokter tidak hanya memberikan instruksi, tapi alangkah baiknya menampung dan memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi pasien.
- Punya waktu cukup : agar dapat memberikan informasi yang lengkap dan bisa mendengarkan keluhan pasiennya, tentunya dokter butuh waktu yang cukup. Memang persoalan waktu adalah sesuatu yang relatif. Artinya, ada yang merasa perlu punya waktu panjang, tapi ada juga yang merasa cukup beberapa menit saja untuk melayani pasien.
- Menjadi seorang dokter juga harus selalu bersedia menjelaskan pada pasien dan keluarganya bagaimana kondisinya, mendiskusikan bagaimana strategi pengobatannya, membantu pasien mengambil keputusan karena hak memilih pengobatan ada di tangan pasien. Tentunya dengan dokter memberikan informasi yang sejelas-jelasnya tentang untung-rugi sebuah pengobatan dengan baik akan mengurangi angka kejadian tidak puasnya pasien pada dokter.
3.
Programer
Bentuk profesionalisme yang dibutuhkan seorang IT :
- Memiliki pengetahuan yang tinggi di bidang TI
- Memiliki ketrampilan yang tinggi di bidang TI
- Memiliki pengetahuan yang luas tentang manusia dan masyarakat, budaya, seni, sejarah dan komunikasi
- Tanggap tehadap masalah client, paham terhadap isu-isu etis serta tata nilai kilen-nya.
- Mampu melakukan pendekatan multidispliner
- Mampu bekerja sama (Team Work)
- Bekerja dibawah disiplin etika
- Mampu mengambil keputusan didasarkan kepada kode etik, bila dihadapkan pada situasi dimana pengambilan keputusan berakibat luas terhadap masyarakat
- Dasar ilmu yang kuat dalam bidangnya sebagai bagian dari masyarakat teknologi dan masyarakat ilmu pengetahuan abad 21.
- Penguasaan kiat-kiat profesi yang dilakukan berdasarkan riset dan praktis, bukan hanya merupakan teori atau konsep.
- Pengembangan kemampuan profesional berkesinambungan.
Berikut adalah Kode Etik yang dibuat oleh IEEE Computer
Society dan ACM yang ditujukan khusus kepada Software Engineer sebagai salah
satu bidang yang perannya makin meningkat di IT.
Ada
lima faktor yang perlu diperhatikan:
a. Publik
b. Client
c. Perusahaan
d. Rekan Kerja
e. Diri Sendiri
Karyawan IT di client mestinya juga mengadopsi Kode Etik
tersebut, sehingga bisa terjalin hubungan profesional antara konsultan dengan
client. Bertindak fair terhadap kolega juga berlaku bagi karyawan IT di
organisasi client dalam memperlakukan vendornya. Apabila dua perusahaan telah
sepakat untuk bekerja sama membangun suatu software, maka para profesional IT
di kedua perusahaan tersebut harus dapat bekerja sama dengan fair sebagai
sesama profesional IT .Beberapa
perlakuan yang fair terhadap kolega, antara lain:
- Dalam ruang lingkup TI, sebagai seorang profesional kita mempunyai tanggung jawab untuk menerapkan etika profesi teknologi informasi yang memuat kajian ilmiah mengenai prinsip atau norma-norma dalam kaitannya dengan hubungan antara professional atau developer TI dengan klien, antara para professional sendiri, dan antara organisasi profesi serta organisasi profesi dengan pemerintah. Salah satu bentuk hubungan seorang professional dengan klien (pengguna jasa) misalnya dalam pembuatan sebuah program aplikasi.
- Dalam pembuatan program, seorang profesional tidak dapat membuat program sesuai kehendaknya, tapi ada beberapa hal/etika/aturan yang harus diperhatikan dari mulai awal pembuatan program sampai program tersebut selesai. Dia harus bisa mempertimbangkan dan memperhatikan untuk apa program tersebut dibuat sesuai kebutuhan kliennya.
- Seorang profesional harus mampu berfikir bagaimana menerapkan dan membuat keamanan (security) pada sistem kerja program aplikasi yang dibuatnya agar terproteksi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat mengacaukan sistem seperti : hacker, cracker, dan sebagainya.
4.
Database Administrator
Etika Profesi Database Administrator a. Menjaga rahasia database dimana tempat kita bekerja.
b. Apabila kita berhenti dari suatu perusahaan, dan masuk ke perusahaan lain kita tidak boleh membocorkan rahasia dari perusahaan lama.
Tugas dan Tanggung Jawab Database Administrator
- Merancang dan membangun database dalam sebuah system.
- Merekomendasikan solusi terbaik dalam implementasi database baik dalam hal software maupun hardware
- Memaintain database agar dapat berjalan dengan baik dan optimal.
- Menentukan kebutuhan dari user dan memonitor akses user dan keamanan.
- Memonitor peformance dan mengatur parameter untuk menyediakan respon query yang cepat ke front end user.
- Merencanakan conceptual design untuk database yang sudah direncanakan dalam bagan.
- Memikirkan kedua back end organisation dari data dan aksesibilitas front end untuk end user.
- Memperhalus logical design sehingga dapat diterjemahkan ke dalam model data tertentu.
- Memperhalus lebih jauh physical design untuk memenuhi syarat penyimpanan sistem
- Memasang dan menguji versi baru dari database management system (DBMS).
- Memelihara standar data, termasuk ketaatan (adherence) pada Data Protection Act.
- Membuat dokumentasi database, termasuk standar data, prosedur dan definisi untuk kamus data (metadata).
- Mengontrol izin akses dan hak.
- Men-develop, mengatur dan menguji perencanaan backup dan recovery.
- Menjamin penyimpanan, pengarsipan, backup dan prosedur recoveryberfungsi dengan benar.
- Perencanaan kapasitas.
- Bekerja dekat dengan manajer proyek IT, database programmer dan web developer.
- Berkomunikasi secara tetap dengan staff teknis, aplikasi dan operasional untuk menjamin keutuhan dana keamanan database.
- Mempersiapkan dan memasang aplikasi baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar